PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Timur
   + Home
   + Agenda
   + Wisata Listrik
   + Web Statistik
   + Buku Tamu
[ Tips Hemat Energi | Pembangkitan Listrik ] Selasa, 7 September 2010
Menu Kiri & Kanan
     Agenda Kegiatan
September 2010
Mi Sn Sl Ra Ka Ju Sb
2930311234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293012


Menu Kiri & Kanan
     Tentang Perusahaan
Pelayanan Pelanggan
Profil Perusahaan
Produk Unggulan
E-procurement
E-mail Corporate
Manajemen
Kepegawaian
Knowledge Management
Pusat Tenaga Listrik KALTIM

Menu Kiri & Kanan
     Pencarian Google

Menu Kiri & Kanan
     Arsip Berita
Masukkan Kata Kunci:

Menu Kiri & Kanan
     Web Mail
E-mail Address :

Password :



Menu Kiri & Kanan
     Intranet
   Kurva Beban Sistem
   Manajemen Kinerja
   EISSIP3
   S I L M
   ftp KALTIM
   ftp SILM
   ftp Distribusi
   Info Bank
   Backup D I L
   SMS Gateway

Menu Kiri & Kanan
     Info Pengusahaan

Menu Kiri & Kanan
     Kontak
PT PLN (Persero) WILKALTIM
Jl. MT. Haryono No. 384
Balikpapan 76114
Phone : (0542) 871 840
Fax : (0542) 876 130
E-mail : pengelolaweb@pln-wilkaltim.co.id

Informasi Selengkapnya
Awang Dua Kali Curhat, Soal Listrik Dan Jalan Trans Kaltim
16-07-2009 / 08:16:09
oleh : tribun kaltim

SAMARINDA, - Kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Bumi Etam dimanfaatkan Gubernur Kaltim Awang Faroek untuk \"curhat\" terkait sejumlah persoalan di Kaltim seperti listrik dan jalan Trans Kaltim. Curhat pertama disampaikan saat ia menyampaikan pidato dalam peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-62 di Stadion Madya Sempaja, Rabu (15/7) sore.

Tak berhenti di momen itu, Awang Faroek kembali menyampaikan uneg-unegnya itu saat tampil menjamu Presiden SBY bersama rombongan makan malam di Lamin Etam. Persoalan yang dia sampaikan kurang lebih sama. Ia meminta Presiden SBY untuk mengucurkan dana APBN agar pembangunan di Kaltim bisa berjalan lancar terutama pada proyek-proyek strategis yang sangat dibutuhkan rakyat.

Menurut Awang, kondisi jalan Trans Kaltim kini sangat memprihatinkan. Di banyak ruas tampak rusak, berlubang dan aspalnya pun mengelupas. Jalan Bontang-Sangatta yang sudah lama rusak, merupakan bagian dari jalan Trans-Kaltim. Kewenangan pembangunan dan perbaikannya berada di tangan pemerintah Pusat.

\"Saat ini masih banyak jalan trans Kalimantan di Kaltim ini yang rusak, kami mencatat bahkan ada ratusan kilometer yang kondisinya masih sulit untuk dilewati. Sementara kita ketahui, infrastruktur jalan adalah salah satu faktor pendukung utama dalam meningkatkan perekonomian masyarakat,\" kata Awang dalam acara yang digelar di Stadion Madya Sempaja.

Dihadapan tamu-tamu dan undangan yang hadir, Awang menyebutkan, Pemprov bahkan harus memprogramkan untuk membangun freeway (jalan bebas hambatan, red), sebagai upaya pemenuhan akses transportasi bagi masyarakat Kaltim.

\"Dan alhmdulillah, program freeway kita ini sudah berjalan dan mendapat dukungan berbagai pihak. Dan nantinya kalau ditambah dengan perbaikan jalan trans yang menjadi kewenangannya pemerintah pusat, maka Kaltim akan maju dibidang ekonominya,\" ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Awang juga menyampaikan persoalan krisis listrik yang berkepanjangan di Kaltim. Padahal Kaltim sebenarnya sangat cukup memiliki Sumber Daya Alam (SDA) seperti batu bara dan Migas yang dapat dimanfaatkan dalam membangun pembangkit untuk menambah daya listrik tersebut.

\"Kami meminta agar dalam program nasional 10.000 Megawatt tahap kedua nanti, Kaltim termasuk yang diprioritaskan masuk di dalamnya. Memang kita sudah berupaya, termasuk salah satunya yang diresmikan hari ini (kemarin, red) PLTG 2x20 MW di Sambera, dan nanti ada PLTU 2x100 MW dan lain sebagainya, namun tetap perlu dukungan pusat untuk menuntaskannya,\" ujarnya dengan tegas.

Ditambahkannya, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kaltim adalah penyumbang terbesar yakni mencapai Rp 315 triliun. Namun yang kembali di Kaltim hanyalah sekitar 26 triliun. \"Dari banyaknya PDRB kita itu, ke depan mudah-mudahan Pemerintah Pusat lebih meningkatkan lagi kembalinya ke Kaltim,\" terangnya.

Selain soal jalan rusak dan listrik, Awang juga menyampaikan sejumlah program pembangunan lainnya, seperti pembangunan Jembatan Pulau Balang yang menghubungkan Balikpapan-PPU, Jembatan Mahkota II, peningkatan landasan pacu Bandara Sepinggan, Bandara Samarinda Baru (BSB), Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Maloy Kutim dan lain sebagainya.(aid/sis)

Janji Tingkatkan

PRESIDEN SBY merespon positip keluhan Awang Faroek. Menurut SBY, sebagai provinsi yang kaya Sumber Daya Alam (SDA) berlimpah, Kaltim merupakan daerah haraan. Sehingga sudah sepatutnya diberikan perhatian yang besar pula.

\"Soal jalan trans Kalimantan mulai tahun ini sudah menjadi satu, dari Pontianak, Palangkaraya, Banjarmasin sampai ke Balikpapan. Tapi tidak cukup sampai disitu saja, lima tahun ke depan harus lebih ditingkatkan lagi, termasuk bagaimana kita membangun infrastruktur disekitar perbatasan negara kita dengan negara Malaysia,\" ujar SBY, dalam sambutannya di acara Harkopnas, Rabu (15/7) di Stadion Madya Sempaja.

Tidak hanya jalan trans itu, disebutkannya, termasuk pembangunan bandara, pelabuhan, jalan- jalan akses lainnya, adalah termasuk faktor pendukung yang juga memberatkan perekonomian bangsa, karenanya harus juga diberikan perhatian dan dibangun ke depannya.

\"Tapi perlu diingat bahwa membangun infrastruktur biayanya sangat besar, pesan saya tolong proses tendernya dilakukan dengan benar, jangan ada penyimpangan dan lain sebagainya. Kita jadikan semua pembangunan itu untuk kepentingan masyarakat kita,\" tandasnya. (aid)

Pantang Lemak dan Asin

MENJADI kepercayaan dalam menghidangkan makanan untuk Presiden RI, membuat kebanggaan tersendiri bagi pihak Hotel Bumi Senyiur, Samarinda. Terlebih ini kali ketiga bagi hotel milik HM Jos Soetomo itu dipercaya menangani hidangan untuk SBY dan rombongan. Baik yang disiapkan untuk di Pendopo Lamin Etam, maupun acara malam harinya bersama Gubernur Kaltim.

Menyinggung persiapan yang dilakukan pihak Bumi Senyiur, Darwis Surya L, Food & Beverage Manager mengaku jika mereka harus menaati aturan yang sudah dibuat oleh pihak kepresidenan. Salah satunya adalah dengan tidak menyiapkan makanan yang mengandung lemak dan asin.

\"Ada aturan khusus yang memang harus ditaati, karena Pak SBY pantang lemak dan asin, jadi kami menyediakan makanan yang diolah khusus agar bisa disantap oleh beliau,\" ujar Darwis.

Menariknya, untuk menu yang disiapkan di pendopo, Darwis menuturkan jika SBY lebih menyukai makanan tradisional. Sehingga tidak heran jika dalam menu sarapan dan makan siang tempe dan tahu goreng tidak ketinggalan disediakan. Untuk menu cemilan pun jadi istimewa, karena yang disiapkan adalah jagung, kacang dan pisang rebus.  \"Makanan yang paling beliau suka adalah buncis szechuan dan ikan lais goreng kering,\" ungkap Darwis.

Menu Kiri & Kanan
     Berita Keluarga

Menu Kiri & Kanan
     Berbagai Informasi

Menu Kiri & Kanan
     Bayar Listrik

Menu Kiri & Kanan
     Browser
IE 2.23 %
Mozilla 85.81 %
Lynx 0 %
Opera 1.05 %
WebTV 0 %
Konqueror 0 %
Others 10.91 %

Menu Kiri & Kanan
     Link PLN lainnya
INFODIS

ICON

INDONESIAPOWER

PJB

ENJINIRING

GEODIPA

PT PLN (PERSERO) Wilayah Kalimantan Timur ©™
IT Wilkaltim 01/01/2009
248667