Menu Kiri & Kanan
Menu Kiri & Kanan
Menu Kiri & Kanan
Menu Kiri & Kanan
Menu Kiri & Kanan
Menu Kiri & Kanan
Menu Kiri & Kanan
Menu Kiri & Kanan
|
|
PT PLN (Persero) WILKALTIM Jl. MT. Haryono No. 384 Balikpapan 76114 Phone : (0542) 871 840 Fax : (0542) 876 130 E-mail : pengelolaweb@pln-wilkaltim.co.id |
|
|
|
|
| Awang Dua Kali Curhat, Soal Listrik Dan Jalan Trans Kaltim |
| 16-07-2009 / 08:16:09 |
| oleh : tribun kaltim |
SAMARINDA, - Kedatangan Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono (SBY) di Bumi Etam dimanfaatkan Gubernur Kaltim Awang Faroek
untuk \"curhat\" terkait sejumlah persoalan di Kaltim seperti listrik dan
jalan Trans Kaltim. Curhat pertama disampaikan saat ia menyampaikan
pidato dalam peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-62 di
Stadion Madya Sempaja, Rabu (15/7) sore.
Tak berhenti di momen itu, Awang Faroek kembali menyampaikan
uneg-unegnya itu saat tampil menjamu Presiden SBY bersama rombongan
makan malam di Lamin Etam. Persoalan yang dia sampaikan kurang lebih
sama. Ia meminta Presiden SBY untuk mengucurkan dana APBN agar
pembangunan di Kaltim bisa berjalan lancar terutama pada proyek-proyek
strategis yang sangat dibutuhkan rakyat.
Menurut Awang, kondisi jalan Trans Kaltim kini sangat memprihatinkan.
Di banyak ruas tampak rusak, berlubang dan aspalnya pun mengelupas.
Jalan Bontang-Sangatta yang sudah lama rusak, merupakan bagian dari
jalan Trans-Kaltim. Kewenangan pembangunan dan perbaikannya berada di
tangan pemerintah Pusat.
\"Saat ini masih banyak jalan trans Kalimantan di Kaltim ini yang rusak,
kami mencatat bahkan ada ratusan kilometer yang kondisinya masih sulit
untuk dilewati. Sementara kita ketahui, infrastruktur jalan adalah
salah satu faktor pendukung utama dalam meningkatkan perekonomian
masyarakat,\" kata Awang dalam acara yang digelar di Stadion Madya
Sempaja.
Dihadapan tamu-tamu dan undangan yang hadir, Awang menyebutkan, Pemprov
bahkan harus memprogramkan untuk membangun freeway (jalan bebas
hambatan, red), sebagai upaya pemenuhan akses transportasi bagi
masyarakat Kaltim.
\"Dan alhmdulillah, program freeway kita ini sudah berjalan dan mendapat
dukungan berbagai pihak. Dan nantinya kalau ditambah dengan perbaikan
jalan trans yang menjadi kewenangannya pemerintah pusat, maka Kaltim
akan maju dibidang ekonominya,\" ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Awang juga menyampaikan persoalan krisis listrik
yang berkepanjangan di Kaltim. Padahal Kaltim sebenarnya sangat cukup
memiliki Sumber Daya Alam (SDA) seperti batu bara dan Migas yang dapat
dimanfaatkan dalam membangun pembangkit untuk menambah daya listrik
tersebut.
\"Kami meminta agar dalam program nasional 10.000 Megawatt tahap kedua
nanti, Kaltim termasuk yang diprioritaskan masuk di dalamnya. Memang
kita sudah berupaya, termasuk salah satunya yang diresmikan hari ini
(kemarin, red) PLTG 2x20 MW di Sambera, dan nanti ada PLTU 2x100 MW dan
lain sebagainya, namun tetap perlu dukungan pusat untuk
menuntaskannya,\" ujarnya dengan tegas.
Ditambahkannya, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kaltim adalah
penyumbang terbesar yakni mencapai Rp 315 triliun. Namun yang kembali
di Kaltim hanyalah sekitar 26 triliun. \"Dari banyaknya PDRB kita itu,
ke depan mudah-mudahan Pemerintah Pusat lebih meningkatkan lagi
kembalinya ke Kaltim,\" terangnya.
Selain soal jalan rusak dan listrik, Awang juga menyampaikan sejumlah
program pembangunan lainnya, seperti pembangunan Jembatan Pulau Balang
yang menghubungkan Balikpapan-PPU, Jembatan Mahkota II, peningkatan
landasan pacu Bandara Sepinggan, Bandara Samarinda Baru (BSB), Kawasan
Ekonomi Khusus (KEK) di Maloy Kutim dan lain sebagainya.(aid/sis)
Janji Tingkatkan
PRESIDEN SBY merespon positip keluhan Awang Faroek. Menurut SBY,
sebagai provinsi yang kaya Sumber Daya Alam (SDA) berlimpah, Kaltim
merupakan daerah haraan. Sehingga sudah sepatutnya diberikan perhatian
yang besar pula.
\"Soal jalan trans Kalimantan mulai tahun ini sudah menjadi satu, dari
Pontianak, Palangkaraya, Banjarmasin sampai ke Balikpapan. Tapi tidak
cukup sampai disitu saja, lima tahun ke depan harus lebih ditingkatkan
lagi, termasuk bagaimana kita membangun infrastruktur disekitar
perbatasan negara kita dengan negara Malaysia,\" ujar SBY, dalam
sambutannya di acara Harkopnas, Rabu (15/7) di Stadion Madya Sempaja.
Tidak hanya jalan trans itu, disebutkannya, termasuk pembangunan
bandara, pelabuhan, jalan- jalan akses lainnya, adalah termasuk faktor
pendukung yang juga memberatkan perekonomian bangsa, karenanya harus
juga diberikan perhatian dan dibangun ke depannya.
\"Tapi perlu diingat bahwa membangun infrastruktur biayanya sangat
besar, pesan saya tolong proses tendernya dilakukan dengan benar,
jangan ada penyimpangan dan lain sebagainya. Kita jadikan semua
pembangunan itu untuk kepentingan masyarakat kita,\" tandasnya. (aid)
Pantang Lemak dan Asin
MENJADI kepercayaan dalam menghidangkan makanan untuk Presiden RI,
membuat kebanggaan tersendiri bagi pihak Hotel Bumi Senyiur, Samarinda.
Terlebih ini kali ketiga bagi hotel milik HM Jos Soetomo itu dipercaya
menangani hidangan untuk SBY dan rombongan. Baik yang disiapkan untuk
di Pendopo Lamin Etam, maupun acara malam harinya bersama Gubernur
Kaltim.
Menyinggung persiapan yang dilakukan pihak Bumi Senyiur, Darwis Surya
L, Food & Beverage Manager mengaku jika mereka harus menaati aturan
yang sudah dibuat oleh pihak kepresidenan. Salah satunya adalah dengan
tidak menyiapkan makanan yang mengandung lemak dan asin.
\"Ada aturan khusus yang memang harus ditaati, karena Pak SBY pantang
lemak dan asin, jadi kami menyediakan makanan yang diolah khusus agar
bisa disantap oleh beliau,\" ujar Darwis.
Menariknya, untuk menu yang disiapkan di pendopo, Darwis menuturkan
jika SBY lebih menyukai makanan tradisional. Sehingga tidak heran jika
dalam menu sarapan dan makan siang tempe dan tahu goreng tidak
ketinggalan disediakan. Untuk menu cemilan pun jadi istimewa, karena
yang disiapkan adalah jagung, kacang dan pisang rebus. \"Makanan
yang paling beliau suka adalah buncis szechuan dan ikan lais goreng
kering,\" ungkap Darwis.
|
|
Menu Kiri & Kanan
Menu Kiri & Kanan
Menu Kiri & Kanan
Menu Kiri & Kanan
|
|
| IE | 2.23 % | | Mozilla | 85.81 % | | Lynx | 0 % | | Opera | 1.05 % | | WebTV | 0 % | | Konqueror | 0 % | | Others | 10.91 % |
|
|
|
Menu Kiri & Kanan
|